HIMPUNAN MINAT DAN PROFESI RUMINANSIA


Ruminers On April !
Sunday April 26th 2015, 03:54
Filed under: Events,Kuliah,Ruminant

cats

Bulan April 2015 himpro ruminansia mengadakan acara  dari kerja sama divisi pendidikan dan clan sapi perah.

Kuliah pertama (11 April 2015) setelah sesi UTS berakhir, ruminers refreshing dengan belajar  tata laksanan sapi perah model KUD Pangalengan dan dijelaskan  langsung oleh manajer KBPS Pangalengan yakni dokter Asep. Beliau datang jauh-jauh dari Bandung ke Bogor demi memberikan ilmu-ilmunya kepada ruminers. Terima Kasih sekali dokter, semoga ilmu-ilmu yang telah diberikan menjadi bekal kami menjadi dokter hewan masa depan .

Kuliah kedua (25 April 2015) diisi langsung bapak Harisman, peternak sapi perah di Kunak, Bogor. Beliau sudah beternak sapi perah sejak 1990an sehingga keahliannya mengenai kesehatan, dan manajemen sapi perah diacungi jempol. Pengalaman dan kejadian-kejadian di lapangan di jelaskan secara mendetail oleh beliau, Terima Kasih Bapak Harisman atas ilmu-ilmu yang diberikan, semoga ilmu-ilmu yang diberikan menjadi bekal kami juga saat menjadi dokter hewan masa depan.

Namun, kunjungan lapang yang sebelumnya akan dilaksanakan hari ini (26 April 2015) terpaksa diundur karena beberapa faktor, semoga rencana kita segera terwujudkan.



Kuliah Clan Sapi Potong : Animal Welfare Pada Rumah Potong Hewan
Saturday April 25th 2015, 15:23
Filed under: Events,Kuliah,Ruminant

 

Ruminers, pada tanggal 13 Maret 2015 lalu telah diadakan kuliah sapi potong yang di prakarsai divisi pendidikan juga clan sapi potong. Kuliah dilaksanakan di RK B2 dan diisi oleh Drh Supratikno, dosen Anatomi Veteriner FKH IPB. Beliau juga salah satu dosen yang berkompeten dengan penerapan animal welfare rumah potong hewan Oleh karena itu tema yang diangkat kuliah ini adalah Animal welfare pada Rumah Potong Hewan.

Sebelumnya, mari kita flashback apa saja syarat animal welfare itu :
1. Bebas dari rasa lapar dan haus
2. Bebas dari rasa tidak nyaman
3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
4. Bebas mengekspresikan perilaku normal
5. Bebas dari rasa stress dan tertekan.

Tujuan penerapan animal welfare hubungannya dengan ekonomi (perdagangan nasional dan internasional), kualitas daging ASUH (aman sehat utuh dan halal), keamanan operator . sayangnya berbicara animal welfare itu sangat luas sekali, dan tidak cukup waktu 1 kali pertemuan, sehingga kuliah kali ini dibatasi pada topik menuju restraining dan penyembelihan. Proses ini merupakan tahap krinis yang menyangkut bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit, juga rasa stress dan tertekan. Kuliah dijelaskan dengan enjoy oleh Dokter tikno sehingga peserta kuliah mengerti dengan baik.

Proses awal restrain adalah penggiringan sapi melalui gangway. Gangway adalah jalur pengiringan hewan yang berhubungan langsung dengan bangunan utama didisain agar sapi yang akan dipotong tidak menjadi stress dan takut. Prinsip pada gangway diantaranya tidak terjadi kontras warna dan cahaya, selain itu juga tidak ada jalan buntu/ belokan tajam, kemudian tidak ada selokan.

Restraining hewan sebelum dipotong menjadi bagian yang sangat penting karena menyangkut animal welfare. Sapi yang akan dipotong tidak boleh dibanting minimal apabila dibanting diberi alas karpet karet. Cara yang dianjurkan adalah dibaringkan dengan metode simpul barley contohnya. Namun, metode ini cocoknya untuk sapi-sapi domestik yang sudah dekat dengan manusia, sehingga mudah di restrain. Sedangkan sapi-sapi expor australia (misalnya) yang hidupnya dilepas di alam, metode yang cocok adalah menggunakan restraining box.

Desain restraining box dibuat khusus sesuai ukuran tubuh sapi dan teknologi, juga pintu masuk ke restraining box sangat diperhatikan yaitu intensitas cahaya, frekuensi cahaya, ketinggian lantai, karena bila ada beda pola gelap-terang, suara-suara tinggi, lantai naik-turun akan menyebabkan sapi mogok (nah loh, ingat mata kuliah ilmu perilaku hewan ya tentang sifat sapi). Dan, harus diingat hal yang dilarang selama restrain yakni pemotongan tendo achilles , merusak medulla oblongata, mematahkan ekor karena hal ini justru menyiksa hewan

.

Pemingsanan sapi sebelum pemotongan (stunning) bertujuan untuk memudahkan proses pemotongan, pemingsanan yang dibahas kali ini dengan listrik. Proses ini membutuhkan tenaga terampil dan terlatih berkaitan dengan resiko keselamatan kerja. Dilanjutkan dengan sembelih. Ada metode-metode penyembelihan yang

Kepentingan penerapan animal welfare pada sapi selama proses pemotongan salah satuny mencegah sapi stress, bila sapi stress banyak akibat buruk yang timbul. Diantaranya menyebabkan sulit ditangani sehingga tidak efisen waktu, dan secara fisiologis juga menyebabkan hambatan pengeluaran darah yang menyebabkan banyak darah yang tertinggal di dalam daging, akibatnya daging lembek mudah busuk dan sebagainya. Proses kematian juga menjadi lama dan sapi meronta-ronta sehingga daging banyak memar dan banyak di triming (rugi kan). Sapi stress juga menyebabkan glikogen rendah, asam laktat tinggi, sehingga pH nya rendah menyebakan konsistensi daging mudah busuk.

Banyak lagi cara-cara penerapan animal welfare dalam RPH, yang diatas adalah bagaikan sebatang padi dari dari hamparan sawah yang siap panen). Semoga bermanfaat kuliah ini, semangat jadi dokter hewan ruminansia !

ada juga sumber informasi tentang rumah potong hewan yang recomended : http://www.fao.org/docrep/010/ai410e/ai410e06.htm



MAKRAB 2015 Seru! Selamat Datang Anggota Baru
Saturday March 07th 2015, 10:33
Filed under: announcement,Events,Ruminant

cats

 

Malam keakraban merupakan kegiatan wajib untuk menyambut anggota baru himpro ruminansia. Kegiatan ini dibawahi oleh divisi internal dan tahun ini diketuai Aang Hasanudin. Makrab dilaksanakan pada hari sabtu-minggu 28 Februari-1 Maret 2015 di Vila Pakis Gunung Bunder.

Acara dibuka dengan tilawah oleh M. Bintang, dilanjutkan dengan materi perkenalan seluk beluk himrpo oleh ketua Himpro kita, Arie Muhammad ( Ruminers 49 ) dan seluruh ketua klan, yaitu klan dombing, klan sapi perah, klan sapi potong, dan klan kerbau. Materi ini bertujuan memberikan arahan kepada ruminers 50 untuk memilih satu klan yang ingin dipelajari lebih dalam. Di selingan acaranya dilaksanakan pula permainan dan perkenalan anggota baru ruminers 50.

Acara malam hari yaitu perkenalan diri oleh ruminers 48 yang menyempatkan diri datang ke acara makrab. Acara ini dipimpin langsung oleh ketua himpro ruminansia 48 yaitu Lutzhia Fauzhan atau akrab dipanggil kak Aji. Kemudian juga dilaksanakan acara api unggun. Ruminers 48 dan 49 memberikan spesial penampilan dalam acara ini untuk anggota baru. Setelah semua acara selesai dilaksanakan sekitar pukul setengah 12 malam, anggota baru ruminers diberi waktu istirahat dan tidur.

Jeng jeng… pukul 1 malam, ada kejutan spesial, semua anggota baru dibangunkan dan disuruh mempersiapkan diri untuk mengikuti jurit malam. Anggota baru bermain pos to pos di pagi buta. Sebanyak 6 pos harus peserta lalui namun semua nya tetap antusias dengan kegiatan ini, walaupun lelah dan rasa kantuk. Setelah menyelesaikan seluruh pos dan sampai lagi di villa, peserta di beri waktu istirahat kembali untuk mempersiapkan acara selanjutnya.

Pagi hari setelah peserta istirahat cukup, acara makrab ini dilanjutkan dengan talkshow dengan kakak ruminers 47 dan setelah selesai, peserta wajib mengikuti kegiatan outbond. Beberapa games dipersiapkan untuk merayakan outbound ini, peserta harus menampilkan yel-yel dan jargon kemudian mengikuti alur games. Alhasil peserta menjadi bermuka cemong-cemong lumpur, badan basah kuyup. Semua kegiatan ini tidak ada unsur bullying , namun untuk meningkatkan kekompakan himpro kita dan meningkatkan kerja sama antar anggotanya J

Sebagai penutupan acara, ada persembahan penampilan spesial pakai telor dari 50. >,<

Oh ya.. kegiatan makrab tidak melalaikan kewajiban beribadah, tiap waktu shalat selalu diuahakan untuk semuanya dapat shalat berjamaah dan tepat waktu. Dan untuk ruminers non muslim diberikan kesempatan bimbingan rohani di hari Minggu pagi.

Seru bukan acara-acaranya.

 



Night Trip @ RPH BUBULAK & Magang Liburan Semester Ganjil 2015
Friday March 06th 2015, 16:43
Filed under: Uncategorized

RUMINERS.. TUNJUKAN TANDUK MU !!

Apa kabar semua? maaf ya ini #superlatepost kegiatan ruminers, tapi tak apalah masih di tahun yang sama kok .. sayang kalau dilewatkan beritanya :))

Ruminers 49 sebelum liburan semester genap, pada Kamis, 8 Januari 2015 mengadakan kunjungan lapang ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak.  Ruminers berangkat bersama dari kampus sekitar jam 19.30, acara dilaksanakan pada malam hari untuk menyesuaikan jadwal pemotongan sapi.  Banyak informasi yang bisa didapat secara langsung dari dokter hewan yang bekerja disini. Selain itu, ruminers juga mengelilingi RPH Bubulak dan melihat berbagai jenis kegiatan di dalamnya.

catsruminers juga berkesempatan selfi bareng dokter strong yang bekerja di RPH Bubulak

 

Profil RPH BUBULAK

RPH Bubulak merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang berada dibawah naungan Dinas Pertanian Kota Bogor. RPH sebagai unit pelayanan publik memiliki fungsi teknis, ekonomis dan sosial dimana dalam pelaksanaanya mengacu pada Visi dan Misi Dinas Pertanian Kota Bogor. Dari aspek sosial RPH memberikan ketentraman batin kepada masyarakat dari kemungkinan penularan penyakit Zoonosis dan penyakit atau keracunan makanan (Food Born Disease dan Food Born Intoxication) melalui penyediaan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

RPH Bubulak tidak hanya memberikan pelayanan pemotongan berbagai macam jenis ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan unggas tetapi juga RPH dilengkapi dengan kandang-kandang penampungan, pasar hewan, klinik, meat shop dan unit pengolahan ayam ungkep, koasistensi/ magang/ penelitian/ study banding ( pelajar, mahasiswa dan instansi (pemerintah maupun swasta) serta menjadi kawasan eduagrowisata sehingga pelayanan yang diberikan sangat lengkap dari hulu ke hilir atau one stop shopping.

Rumah Pemotongan Hewan Terpadu Bubulak sudah memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.  Dimana setiap juru sembelih/modin sudah mendapat sertifikasi  sehingga semua produk yang keluar dari RPH  telah memenuhi aspek halal. Dengan demikian RPH Terpadu turut mendukung Bogor menuju kota Halal.

Selain telah memenuhi aspek halal, RPH Kota Bogor juga telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV)  yaitu suatu sertifikasi  yang merupakan legitimasi telah dipenuhinya peryaratan higiene sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan pangan asal hewan. RPH terpadu telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang merupakan pedoman dalam melaksanakan setiap kegiatan dan telah memiliki standar pelayananan untuk memberikan jaminan kepastian bagi pengguna jasa.

Dari 420 RPH milik pemerintah di Indonesia, RPH Terpadu menjadi pioner pertama dan satu satunya saat ini yang telah mendapatkan ISO 9001:2008 tentang Quality Management System for the  provision of beef slaughtering service dengan no  QEC 28400 pada tanggal 29 Desember 2010. Diharapkan RPH Terpadu dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dengan berorientasi kepada kebutuhan dan kepuasan masyarakat.  (Sumber: http://rphterpadu.kotabogor.go.id/ )

_________________________________________

Selama liburan juga dibawah divisi eksternal, himpro ruminansia membuka kesempatan magang untuk teman-teman yang ingin mencari pengalaman baru di tempat-tempat kece dan pas banget untuk mengisi liburan dengan hal yang positif.

Kegiatan magang  dilaksanakan pada 14-25 Januari 2015 dan diadakan di 6 tempat yang menjadi ranah kerja dokter hewan yaitu

1. BBIB SINGOSARI

2. BBPTU BATURRADEN

3. BIB LEMBANG

4.  BIB UNGARAN

5. KBPS PANGALENGAN

6. BUMI PETERNAKAN WAHYU UTAMA

Peserta magang dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya dengan aktif di tempat magannya, seperti di Balai Inseminasi, peserta mengikuti kegiatan pegawai disana dari pagi yaitu memandikan sapi, memeriksa keadaan kuku sapi, menampung semen, memeriksa kualitas semen, dan menyimpan semen, bahkan dibeberapa kesempatan peserta dapat langsung belajar menampung semen. Dan masih banyak lagi kegiatan magang yang dapat diikuti.

Setelah masuk kuliah kembali, tanggal 17 Februari 2015 semua kegiatan magang dipresentasikan tujuannya untuk sebagai pertanggung jawaban serta sharing pengalaman kegiatan magang untuk teman-teman ruminers dan menjadi gambaran ranah kerja dokter hewan kelak.



KEPENGURUSAN HIMPRO RUMINANSIA 2014/2015
Tuesday January 13th 2015, 15:48
Filed under: Uncategorized

SELAMAT kami ucapkan kepada teman-teman yang terpilih sebagai pengurus Himpro Ruminansia periode 2014/2015 pada 29 November 2013 lalu. Semoga dapat memegang amanah dengan baik dan bersama-sama memajukan himpro Ruminansia.Berikut daftar nama pengurus untuk periode sekarang :

 

KETUA : Arie Muhammad

WAKIL KETUA I : Wan Gemasih

WAKIL KETUA II : Muhammad Rizky

SEKERTARIS UMUM : Apriyanti Sugihastuti

SEKERTARIS 2 : Nurul Annisa Tuliman

BENDAHARA UMUM : Rindi Fazni Ningsih

BENDAHARA 2 : Mutia Rahmah

 

DIVISI

Internal : Aang Hasanudin

Eksternal : Apriliyan Eko B P

Pendidikan : Siti Zahrina

Infokom : Dena Santa Prasasti

Kewirausahaan : Maycel Trixi

 

CLAN

Kambing Domba : Muhammad Bintang

Kerbau : Gima Gentar

Sapi Perah : Teguh Tersia Fadli

Sapi Potong : Dimas Prasetyo

 



Struktur Organisasi Himpro Ruminansia Tahun 2013-2014
Thursday January 23rd 2014, 11:40
Filed under: announcement

Ruminansia



Kunjungan ke Cisarua Integrated Farming (CIF)
Tuesday June 05th 2012, 23:50
Filed under: Events

Tanggal 13 Mei 2012 kemarin, para Ruminers and Friends (RnF) akhirnya “berhasil” melakukan kunjungan ke CIF ini setelah sempat ditunda 2minggu sebelumnya. Semangat pagi mengawali keberangkatan sekitar 40-an peserta dengan memakai kendaraan pribadi mahasiswa (angkot-red) pada pukul 3.30 dinihari. Keberangkatan yang sangat pagi ini dilakukan untuk mengejar milking time [waktu pemerahan susu] pada pukul 06.00 waktu Cisarua.

Masih gelap loh ;P

Setelah berdoa, kami pun meluncur ke Cisarua di hari Minggu yang bebas macet hehe. RnF tiba di CIF pukul 06.15 dan disambut para staf beserta anak-anaknya 😉 dengan welcoming banget. Tanpa membuang waktu, dibentuklah 4 kelompok kecil agar touring ke tiap kandang tidak bising dan dapat mengganggu proses pemerahan. Tiap kandang rata-rata diisi oleh 30an ekor sapi dengan total 160an sapi yang tiap hari bisa menghasilkan 1000an liter susu.

Ada 4 kandang lain yang segini juga loh ;))

Dengan senang hati, para staf memberi kesempatan para RnF untuk belajar memerah sapi yang gede-gede. Sebelum memerah, RnF harus mencuci tangan dulu dengan air bersih yang mengalir (sistem perairan CIF mantap loh) kemudian merendam tangan di ember yang berisi air hangat dan handuk agar tangan sesuai dengan suhu tubuh ambing sapi. Setelah itu, tangan diberi pelicin  vaselin agar memerahnya lancar dan ambing sapi tidak iritasi. Saat memerah bisa dilakukan dengan 2 tangan atau satu tangan bila sudah pegel 😉 Namun, dengan tidak mengecilkan hati para Ruminers, sapi yang kami perah hanya susu untuk pakan pedet (anakan) karena ditakutkan adanya kontaminasi untuk susu yang akan dijual.

Ruminers nih yang merah susu sapi

Just focus on milking time 😉

 

Abis belajar merah susu, kami diajak ke kandang pedet yang agresif banget berebutan pakan susu yang Ruminers perah tadi tapi sumpah mereka lucu-lucu loh 😉 Pedet saat itu masih diberi susu yang mengandung colostrum induknya dan belum diberi pakan yang lain. Dengan warna tubuh yang hitam-putih, pedet mirip banget dengan Shaun the Sheep versi pedet sapi hehehe…

Saling nge-jilat sisa susu di moncong masing-masing (kissing-red) ;P

 

Selain touring yang menyenangkan, RnF juga dibekali tentang pakan dan manajemen sanitasi dari staf senior CIF dan penanggungjawab CIF (sumpah lupa namanya pak! hatur nuhun;( ). Beliau dengan terbuka menjelaskan pakan yang diberi dan cara pembuatannya yang kebetulan CIF juga memproduksi pakan sapi perah untuk farming lainnya. Lihatlah betapa antusiasnya RnF dalam bertanya #mantap

Thank you for more knowledge

 

Setelah sarapan dan sesi hunting foto plus bermain 😉 kami akhirnya balik ke kampus Dramaga IPB dengan wajah sumringah mendapat banyak pengalaman, inspirasi dan ngantuk yang tak terkira :-L 

RnF angkatan 46 abis main di TK belakang kandang

 

Nih di zoom "kissing"nya ;))

 

Chairman and Chief of Dairy Cattle CLAN

 

Hanya ini yang kami beri namun CIF memberi yang sangat lebiiiiih

 

 



Press Release SG Ruminansia 2012
Sunday June 03rd 2012, 18:12
Filed under: Events

Konsumsi daging sapi per kapita bangsa Indonesia saat ini mencapai 1,87 kg. Angka ini termasuk rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Konsumsi yang rendah itu pun, Indonesia memerlukan setidaknya 448.000 ton daging sapi per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 85% yang dapat dipenuhi oleh produksi daging sapi dalam negeri dan sisanya masih berasal dari impor negara lain. Hal ini amatlah mengkhawatirkan mengingat dengan bergantungnya negara kita terhadap suplai impor, maka posisi tawar kita dalam percaturan politik dunia menjadi lebih lemah. Selain itu, impor dari negara lain juga membuka peluang bagi masuknya penyakit-penyakit ternak yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini, Kementerian Pertanian Indonesia mencanangkan program PSDSK (Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau). Sebelumnya, program ini dicanangkan untuk tahun 2010, tetapi karena satu dan lain hal direvisi menjadi tahun 2014.

Untuk mencapai target swasembada daging sapi pada tahun 2014, maka diperlukan perombakan dalam sistem manajemen dan produksi daging sapi di Indonesia. Mahasiswa selaku golongan intelektual dalam masyarakat merupakan motor yang tepat untuk memulai perombakan ini. Namun, mahasiswa tidak dapat dilepas langsung ke lapangan tanpa memiliki pengetahuan tentang apa yang harus dibenahi dalam sistem-sistem produksi daging sapi di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan media khusus untuk membuka khasanah pengetahuan mahasiswa tentang swasembada daging sapi dan proses-proses yang perlu dilakukan untuk mencapainya

Kegiatan studium general ini merupakan kegiatan tahunan dari HIMPRO Ruminansia FKH IPB. Kepanitiaan telah dibentuk dua bulan sebelum acara. Studium general ini bertujuan untuk membahas peluang serta tantangan Program Swasembada Daging di Indonesia dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai peranan mereka dalam perwujudan swasembada daging tersebut. Tema kegiatan ini yaitu Program Swasembada Daging 2014 di Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2012 yang bertempat di Auditorium Jonnes Humuntal Hutasoit Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan ini menghadirkan tiga orang pembicara yang masing-masing akan menyampaikan peluang dan tantangan swasembada daging 2014 dilihat dari aspek pemerintahan, akademisi, dan swasta yaitu Ir. Syukur Iwantoro M.S, M.B.A (Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), drh. R. Kurnia Ahjadi, M.S (Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB Dosen FKH IPB/Komisi Bibit Ternak Nasional, Ditjenakkeswan), dan Ir. Djoni Liano (ketua Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia). Diskusi ini dipimpin oleh Rio Aditya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB dan merupakan mahasiswa berprestasi IPB selaku moderator.

Pembicara pertama yaitu Ir. Syukur Iwantoro M.S, M.B.A. menyampaikan materi tentang peluang dan tantangan swasembada daging 2014. Beliau mengatakan bahwa swasembada daging bukanlah merupakan program pemerintah, namun pemerintah hanya memfasilitasi swasembada daging yaitu kemandirian pangan yang harus diwuudkan bersama-sama. Swasembada daging sapi dan kerbau adalah tersedianya daging sapi kerbau dalam negeri minimal 90% dari kebutuhan konsumsi dan maksimal 10% sisanya dapat dipenuhi dari importasi sapi bakalan dan daging. Namun dibalik rencana terlaksananya swasembada daging di tahun 2014, ada beberapa tantangan yang dihadapi baik bersifat internal ataupun eksternal. Beberapa tantangan tersebut antara lain sudah timbul skeptis dan pesimis dari banyak kalangan baik dari pelaku usaha bahkan sampai pada akademisi, bahwa Indonesia tidak mungkin mencapai swasembada daging sapi. Selain itu pemerintah berinisiatif melaksanakan pendataan sapi potong sapi perah dan kerbau tahun 2011 namun hasil PSPK tidak serta merta mampu menyakinkan para pelaku usaha. Para pelaku cenderung membesar-besarkan nilai riil konsumsi daging sapi perkapita yang disebutkan mendekati angka ideal 4,5 kg/perkapita/tahun. Padahal hitungan pemerintah konsumsi perkapita pertahun tersebut dibawah 2 kg/kapita/tahun.

Peserta yang memenuhi Aula JP.Hutasoit Fapet

 

Pembicara kedua yaitu R. Kurnia Achjadi Dosen yang membawakan materi Pengetahuan Dasar Tentang Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah Critical point SDM peternakan dan kesehatan hewan dalam pembangunan pertanian secara menyeluruh, pengambilan keputusan, peningkatan motivasi dan daya inovasi, bertanggung jawab, memperhatikan kehidupan peternak apa adanya (faktual), saran dan inovasi untuk pengembangan berkelanjutan. Pemberdayaan lebih diarahkan kepada kegiatan untuk meningkatkan daya saing dan partisipasi masyarakat.

Ketua Himpro-Pembicara-Ketua Panitia

 

Pembicara ketiga yaitu Ir. Djoni Liano juga membahas peluang dan tantangan swasembada daging 2014. Beliau mengatakan bahwa APFINDO selaku pihak swasta yang mengurusi masalah daging dan penggemukan ternak di Indonesia sangat mendukung program swasembada daging yang ditargetkan pemerintah ditahun 2014. Namun dalam mewujudkan target tersebut banyak hal yag harus dibenahi pemerintah khususnya mengenai ke akuratan data Susenas ternak sapi dan kerbau dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan elastisitas daging sapi dan koreksi kebutuhan HBKN (Survei UNPAD dengan BKP).

Pasokan sapi lokal sangat tergantung dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi permasalahan utama tantangan swasembada, disamping itu masih banyaknya usaha ternak sapi potong di Indonesia khususnya usaha ternak rumahan yang belum menerapkan cara yang efektif sehingga produktifitas dan reproduksinya masih belum maksimal. Yang paling di tekankan APFINDO selaku pihak Swasta yang menangani langsung masalah daging di Indonesia menyebutkan bahwa kesuksesan Swasembada daging 2014 tergantung pada kesuksesan industri pembibitan sapi, industri feedlot dan penggemukan, industri rumah potong hewan serta industri pengolahan berbasis daging sapi. Tantangan nyata yang sekarang dihadapi meliputi ketersediaan pakan, budidaya ternak, pemasaran, distribusi dan transportasi.

Selaku pihak swasta yang berpengaruh secara nasional, APFINDO sangat mendukung program Swasembada daging 2014 meliputi usaha impor sapi bakalan untuk digemukan minimal 60 hari sebagai pendukung program tunda potong sapi jantan lokal dan pengurangan laju pemotongan betina produktif lokal, penggandaan sumber daya ternak sapi mencapai 40% dalam bentuk daging segar guna mengatasi kekurangan produksi daging dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, penyerapan sapi bakalan lokal, integrasi RPH dan produksi dan pengolahan daging, menghasilkan daging segar yang memenuhi kaidah ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal), substitusi impor daging, pengembangan kegiatan pembibitan dan pembiakan, impor sapi betina produktif untuk dikembangbiakan guna menambah populasi sapi di dalam negeri, khususnya indukan untuk dikembangkan lebih lanjut, penyerapan dan penyelamatan pemotongan sapi betina produktif lokal.

Kegiatan studium general ini dihadiri oleh 226 peserta, 95% merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang berasal dari berbagai angkatan dan sisanya dari berbagai fakultas yang ada di IPB. Dengan adanya kegiatan stadium general ini diharapkan dapat membuka wawasan dan meningkatkan peran mahasiswa baik secara langsung maupun tidak langsung dalam perwujudan swasembada daging 2014.

 

Para panitia yang sangat kEREN dan MANTAP abis 😉



Lahir, Sapi Bali Perkawinan dengan Banteng
Saturday April 07th 2012, 09:58
Filed under: Ruminant

Setelah dilakukan penelitian sejak 2004, Indonesia akhirnya memiliki sapi Bali jenis baru, hasil perkawinan antara sapi Bali (Bos javanicus f. domestica) dengan banteng Jawa (Bos Javanicus).

Anakan sapi Bali dan banteng Jawa berjenis kelamin jantan itu lahir dengan berat 21 kilogram pada Kamis 5 April 2012 pukul 10.15 WIB di Taman Safari Indonesia II Prigen, Jawa Timur.

General Manager Taman Safari Indonesia II Prigen, Tommy Sands Wungkar mengatakan, anakan sapi jenis baru itu lahir dari salah satu dari 10 sapi Bali yang dikawinkan dengan satu ekor banteng Jawa asal Taman Nasional Hutan Baluran, Banyuwangi. Sapi jenis baru itu lahir secara normal dan dalam kondisi sehat dengan bantuan tim dokter hewan asal Taman Safari Indonesia II Prigen (TSI).

“Tim dokter TSI II Prigen terpaksa membantu proses kelahiran, karena bobot anakan cukup besar dibanding anakan sapi Bali pada umumnya yang mencapai 12 kilogram,” kata Tommy, Jumat 6 April 2012.

Tommy mengatakan, anakan sapi Bali dengan banteng Jawa yang baru lahir ini saat ini sedang dalam perawatan intensif di TSI II Prigen, Pasuruan. Pihak TSI saat ini juga masih menunggu kelahiran empat sapi Bali lainnya yang saat ini juga bunting.

Menurut rencana, satu ekor sapi Bali lainnya akan melahirkan lagi pada Juni mendatang. “Kami berharap kelahiran anakan sapi Bali dan banteng Jawa ini bisa menjadi awal dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas sapi Bali, hingga meningkatkan produktivitas daging sapi untuk memenuhi kebutuhan daging dan mengurangi ketergantungan akan kebutuhan impor daging sapi,” katanya.

Kurator satwa TSI II Prigen, Ivan Chandra, mengatakan hasil perkawinan antara sapi Bali dan banteng Jawa ini mampu menghasilkan anakan sapi Bali dengan tingkat performa yang berbeda dengan sapi Bali pada umumnya yang telah mengalami penurunan kualitas akibat perkawinan sedarah (inbreeding) antara sapi Bali dan sapi Bali yang berlangsung puluhan tahun.

Penurunan kualitas inilah yang menjadi masalah kurang produktifnya sapi Bali untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia.

“Secara genetika, sapi Bali memang merupakan keturunan dari banteng Jawa. Dalam perkembangannya ukuran dan bobot sapi Bali terus menurun, karena inbreeding. Sapi hasil perkawinan ini akan mampu menghasilkan berat 450 kilogram per ekor atau lebih tinggi dari berat sapi Bali yang hanya 300 kilogram per ekor,” katanya.

Ivan mengatakan, selain menghasilkan kualitas sapi baru, perkawinan sapi Bali dengan banteng Jawa itu juga akan menghasilkan sapi yang kebal dengan virus Jembrana yang selama ini menjadi masalah pengiriman sapi dari Bali ke tempat lain karena penularan virus itu.

“Sapi baru ini masih membawa ciri khas sapi Bali yang memiliki angka reproduksinya yang tinggi dan tingkat adaptasi yang sangat baik terhadap kondisi pakan yang jelek. Bahkan, toleran terhadap lingkungan yang panas. Sedangkan kelemahannya yang rentan penyakit ditutupi oleh bakat dari banteng Jawa yang kuat terhadap jenis virus tertentu,” katanya.

Program perkawinan antara sapi Bali dan banteng Jawa ini diharapkan mendukung program pemerintah pusat yang menerapkan pembatasan daging sapi impor. Saat ini, Indonesia masih mengimpor daging sapi sebesar 25 persen dari konsumsi nasional sebanyak 2,7 juta ton per tahun. “Di Jawa Timur sendiri masih terdapat rasio kelebihan daging sapi mencapai 93 ribu ton,” katanya.

Data yang ada, populasi sapi di Jatim sebanyak 4,7 juta ekor. Di Sumatera populasinya mencapai 2,7 juta ekor, di Bali dan Nusa Tenggara 2,1 juta ekor.

Sementara itu, di Alas Purwo, menurut pendataan yang dilakukan Sandy Novianto, peneliti dan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), populasi banteng Jawa tinggal 27 ekor. Kedua lokasi tersebut adalah habitat asli dari banteng Jawa selain juga di Meru Betiri.

Source : Vivanews-7 April 2012



Pembagian Kelompok Makrab
Friday February 17th 2012, 20:03
Filed under: announcement

“New Generation Of Ruminansia”
“We are the one, we are the best, we are from Himpro Ruminansia”

Kelompok 1
Nama Kelompok : Kerbau “Bonga”

Abel Jamaun
Abia Tammu P.
Anisa Hasby Fauzia
Aditia Dwi Cahyono
Ahmad Subagja
Bayu Firmala Kusuma


Nama Kelompk : Kerbau “Murrah”
Kelompok 2

Anizza Dyah
Cucu Sutrisnia
Bima Febryan N.
Danny Nugroho
Dedek Haryanto
Deny Putra

Kelompok 3
Nama Kelompk : Sapi Potong “Brangus”

Dheanti Apriani
Diba Mahargia T.
Dwi Sofiani
Didi Mulyadi
Didik Pramono
Didik Prasetyo

Kelompok 4
Nama Kelompk : Sapi Potong “Ongole”

Etri Mardaningsih
Fitri Hardiani
Gamma Prajnia
Dwida Rahmadan
Eling Purwanto
F. Aprian Harjo

Kelompok 5
Nama Kelompk : Sapi Perah “Ayshire”

Ika Septiana Anggun
Inneke Fharantyka
Intan Pandini Restu
Fahmi Khairi
Firman Eka P.
Gerard Yaga

Kelompok 6
Nama Kelompk : Sapi Perah “Jersey” 

Juita Siregar
Meliana Eka Saputri
Mira Ramalia Rianti
Gigih Aulia H.
Halim Bakti
Hanifah Arief

Kelompok 7
Nama Kelompk : Kambing “Gembrong” 

Novialita Aesa Putri
Nurul Masyita Khusna
Rinasti Rida
Hasan Ashari
Hayatullah Frio Marten
Kukuh Syirotol Ichsan

Kelompok 8
Nama Kelompk : Kambing “Boer” 

St. Khadijah H.
Susan Fasella
Wa Seni Ode
Moh. Adis Mawaddah
Moh. Zaenal Abidin Mursyid
Novan Eko K.

Kelompok 9
Nama Kelompk : Domba “Kibas” 

Yudita Mardiani
Yuliana Fatie
Nurul Fuady Abbas
R. Hidayat
Rizal Arifin Akbari
Rizal Eko K.

Kelompok 10
Nama Kelompk : Domba “Gembel”

Zella Nofitri
Zulfitra Utami Putri
Ryan Alyafie
Tri Handoko
Yanuar R. Wijaya
Yusuf Fikri R.

Bagi yang namanya belum tercantum harap segera menghubungi Awit 46 (085227618383)!